Showing posts with label Inggris. Show all posts
Showing posts with label Inggris. Show all posts

Tuesday, August 28, 2012

Soal Isu Seks, Inggris "Ngeper" terhadap Sri Lanka

IP is over the quota

KOMPAS.com- Tiga hal yang menjadi perhatian Inggris terhadap Sri Lanka. Selain isu masa lalu nasionalisme pascaperang saudara dan retorika anti-Barat, pelecehan seksual di Sri Lanka membuat Inggris ngeper alias gentar. Lantaran itulah, Inggris mengeluarkan imbauan perjalanan bagi warganya yang akan melancong ke Sri Lanka.

Sayangnya, kebijakan itu menuai protes Sri Lanka. Travel advisory itu dirilis pada Senin (20/8/2012), tulis Xinhua. "Melalui Duta Besar Sri Lanka di Inggris Chris Nonis, kami melayangkan nota protes," kata Sekretaris Kementerian Luar Negeri Sri Lanka Karunathilaka Amunugama kepada media di Kolombo.

Sri Lanka, kata Amunugama, patut was-was. Soalnya, imbauan itu, besar kemungkinan, membuat ribuan turis Inggris urung berkunjung.

Kriminalitas terhadap turis asing di Sri Lanka, terakhir terjadi akhir tahun 2011. Waktu itu, seorang wisatawan pria berusia 32 tahun asal Inggris tewas. Sementara, tak ditemukan catatan soal pelecehan seksual terhadap turis perempuan.

Stigma

Sri Lanka mengakhiri perang saudara pada Mei 2009. Namun begitu, stigma kekerasan menjadi salah satu catatan bagi banyak negara saat memberikan perhatian kepada Sri Lanka. "Turis perempuan jangan pernah berjalan-jalan sendirian. Jangan lupa membawa peringatan dini personal," tulis pihak Inggris mewanti-wanti warganya.

Nyatanya, kata pihak Sri Lanka, kondisi keamanan makin hari kian membaik di negeri itu. Sebaliknya, Sri Lanka, usai perang saudara, menggenjot sektor pariwisata. Pada Juli 2012, ada kenaikan 7,8 persen kedatangan turis ketimbang periode sama pada 2011.

Kemudian, selama tujuh bulan pertama 2012, Sri Lanka mencatatkan kenaikan 16,7 persen angka kedatangan wisatawan ketimbang periode sama setahun lampau. Turis Inggris yang datang ke Sri Lanka, sampai kini, berjumlah 13.643 orang atau naik 13,7 persen andai dibandingkan dengan periode tersebut. Posisi ini adalah kedua setelah jumlah turis India.

Sementara, Bank Sentral Sri Lanka, dalam catatan paling anyarnya mengatakan kalau pendapatan dari sektor pariwisata hingga kini mencapai 459,9 juta dollar AS. Ini merupakan kenaikan 24,3 persen ketimbang setahun lalu.

Monday, August 20, 2012

Inggris Ancam Tangkap Julian Assange

AppId is over the quota
BBC Indonesia Sejak Juni lalu Julian Assange berlindung di dalam kedutaan besar Ekuador.

Pemerintah Ekuador menuding Inggris membuat 'ancaman' untuk memaksa masuk ke kedutaan besarnya di London untuk menangkap pendiri Wikileaks, Julian Assange.

Sejak Juni lalu Assange berlindung di kedutaan Ekuador untuk menghindari ekstradisi ke Swedia, untuk diperiksa terkait penyerangan dan pemerkosaan yang dibantahnya.

Sementara itu di ibukota Ekuador, Quito, Menteri Luar negeri Ricardo Patino mengatakan ancaman itu datang dalam surat pemerintah Inggris lewat kedutaan besarnya di Ekuador.

"Hari ini kami menerima surat ancaman dari Inggris yang menyatakan mereka akan memaksa masuk ke kedutaan kita di London jika kita tidak menyerahkan Julian Assange," kata Patino dalam sebuah jumpa pers.

"Ekuador menolak segala jenis ancaman dalam komunikasi dengan pejabat Inggris," tambah Patino.

Lebih lanjut Patino menekankan apa yang dilakukan pemerintah Inggris adalah sebuah perbuatan yang tidak sesuai dengan alam demokrasi, beradab dan tak biasa dilakukan sebuah negara yang taat hukum.

"Jika langkah yang diumumkan Inggris kemudian dilaksanakan, maka langkah itu akan diterjemahkan sebagai langkah tak bersahabat dan mengancam kedaulatan kami. Kondisi itu akan memaksa kami bereaksi," tegasnya.

"Kami bukan koloni Inggris," tandas Patino.

Tak hanya mengecam tindakan Inggris, Ekuador juga segera memastikan keputusan negara itu atas permintaan suaka politik yang diajukan Assange.

Kewajiban Inggris

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris menyatakan Inggris tetap bertekad untuk memenuhi kewajibannya mengekstradisi Assange ke Swedia.

"Kami masih menginginkan untuk mencapai solusi bersama," kata juru bicara itu.

Sejauh ini kepolisian Inggris belum berhasil menahan Julian Assange karena menyalahi pembebasan bersyaratnya sejak dia berada di dalam wilayah diplomatik.

Pemerintah Inggris telah menyampaikan kepada pemerintah Ekuador bahwa Undang-undang Diplomatik dan Konsuler tahun 1997 bisa diberlakukan dalam kasus ini.

Undang-undang ini memungkinkan pemerintah Inggris melucuti status diplomatik sebuah kedutaan besar di wilayah Inggris Raya.

Jika undang-undang ini diberlakukan maka polisi Inggris bisa memasuki kedutaan besar Ekuador untuk menangkap Julian Assange.

Julian Assange adalah pendiri situs Wikileaks yang kerap membocorkan berbagai kawat diplomatik yang tak jarang membuat sejumlah negara merasa terganggu, terutama Amerika Serikat.

Assange mengaku sangat khawatir Swedia akan menyerahkannya ke pemerintah Amerika Serikat jika dia diekstradisi ke negara Skandinavia tersebut.