Showing posts with label Julian. Show all posts
Showing posts with label Julian. Show all posts

Saturday, August 25, 2012

Ecuador Gave Asylum to Julian Assange

Assange supporters demonstrating in front of Ecuador's Embassy in London.

QUITO, KOMPAS.com — Ecuador gave political asylum to the founder of Wikileaks, Julian Assange, two months after he took refuge at the Embassy bersar South American countries were in London. Assange is attempting to avoid extradition Central from United Kingdom to Sweden.

Ecuador said they worry about the possibility of Assange rights violated.

Ecuador's Foreign Minister Ricardo Patino accused the United Kingdom undertook "a threat" to enter the Embassy and held him.

Assange took refuge in the Embassy of Ecuador in June. He hunted in Sweden to review related allegations of rape. However, he is disproving the allegations.

United Kingdom Ministry of Foreign Affairs, said the decision to grant political asylum that will not affect the legal obligation to extradite Assange to United Kingdom Sweden.

Protecting vulnerable people

The Ministry says, "we want to seek a settlement through negotiation that allows us to perform obligations under the Extradition Act."

United Kingdom Government still will attempt to arrest him and won't let Assange out of the Embassy. When he comes out, he will be arrested.

Patino said his Government believed that Assange fears over political repression was "legitimate".

He said his country still running tradition of protecting vulnerable people. "We believe, our friendship with the United Kingdom remain intertwined," he added.

The announcement was witnessed firsthand by Assange and Embassy staff in a news conference via video from Quito.

Monday, August 20, 2012

Inggris Ancam Tangkap Julian Assange

AppId is over the quota
BBC Indonesia Sejak Juni lalu Julian Assange berlindung di dalam kedutaan besar Ekuador.

Pemerintah Ekuador menuding Inggris membuat 'ancaman' untuk memaksa masuk ke kedutaan besarnya di London untuk menangkap pendiri Wikileaks, Julian Assange.

Sejak Juni lalu Assange berlindung di kedutaan Ekuador untuk menghindari ekstradisi ke Swedia, untuk diperiksa terkait penyerangan dan pemerkosaan yang dibantahnya.

Sementara itu di ibukota Ekuador, Quito, Menteri Luar negeri Ricardo Patino mengatakan ancaman itu datang dalam surat pemerintah Inggris lewat kedutaan besarnya di Ekuador.

"Hari ini kami menerima surat ancaman dari Inggris yang menyatakan mereka akan memaksa masuk ke kedutaan kita di London jika kita tidak menyerahkan Julian Assange," kata Patino dalam sebuah jumpa pers.

"Ekuador menolak segala jenis ancaman dalam komunikasi dengan pejabat Inggris," tambah Patino.

Lebih lanjut Patino menekankan apa yang dilakukan pemerintah Inggris adalah sebuah perbuatan yang tidak sesuai dengan alam demokrasi, beradab dan tak biasa dilakukan sebuah negara yang taat hukum.

"Jika langkah yang diumumkan Inggris kemudian dilaksanakan, maka langkah itu akan diterjemahkan sebagai langkah tak bersahabat dan mengancam kedaulatan kami. Kondisi itu akan memaksa kami bereaksi," tegasnya.

"Kami bukan koloni Inggris," tandas Patino.

Tak hanya mengecam tindakan Inggris, Ekuador juga segera memastikan keputusan negara itu atas permintaan suaka politik yang diajukan Assange.

Kewajiban Inggris

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris menyatakan Inggris tetap bertekad untuk memenuhi kewajibannya mengekstradisi Assange ke Swedia.

"Kami masih menginginkan untuk mencapai solusi bersama," kata juru bicara itu.

Sejauh ini kepolisian Inggris belum berhasil menahan Julian Assange karena menyalahi pembebasan bersyaratnya sejak dia berada di dalam wilayah diplomatik.

Pemerintah Inggris telah menyampaikan kepada pemerintah Ekuador bahwa Undang-undang Diplomatik dan Konsuler tahun 1997 bisa diberlakukan dalam kasus ini.

Undang-undang ini memungkinkan pemerintah Inggris melucuti status diplomatik sebuah kedutaan besar di wilayah Inggris Raya.

Jika undang-undang ini diberlakukan maka polisi Inggris bisa memasuki kedutaan besar Ekuador untuk menangkap Julian Assange.

Julian Assange adalah pendiri situs Wikileaks yang kerap membocorkan berbagai kawat diplomatik yang tak jarang membuat sejumlah negara merasa terganggu, terutama Amerika Serikat.

Assange mengaku sangat khawatir Swedia akan menyerahkannya ke pemerintah Amerika Serikat jika dia diekstradisi ke negara Skandinavia tersebut.